Cepet capek atau gampang
“ngos-ngosan” itu suka dijadikan kambing hitam buat nggak olahraga secara
rutin. Nggak mau kan baru olahraga sebentar, eh nafas udah ngos-ngosan dan
badan capek? Padahal ada caranya biar tubuh nggak gampang capek. Yaitu dengan
latihan VO2 Max (baca: vi-o-two max). Latihan ini bukan cuman buat atlet kok.
Kalian-kalian juga bisa cobain loh.
VO2
Max adalah kemampuan maksimal seseorang dalam mengonsumsi oksigen saat tubuhnya
sedang beraktivitas yang intens, seperti saat berolahraga. Sederhananya adalah
seberapa kuat kerja organ-organ tubuh kita saat sedang bekerja intens dalam
jangka waktu tertentu. Jadi, dengan meningkatkan VO2 Max, maka kita bisa lebih
melawan kelelahan selama berlangsungnya aktivitas.
Udah
paham kan sama penjelasannya? Nah, sekarang kenalan yuk sama beberapa metode
untuk mengukur sekaligus melatih kemampuan VO2 Max tubuhmu. Baca baik-baik ya:
LARI 2,4 KM
Tes
ini mengharuskan kamu lari secepat-cepatnya sejauh 2,4 km. Usahakan pilih
lapangan yang permukaannya rata ya buat menghindari cidera. Jangan lupa catat
waktunya supaya kamu punya tolak ukur seberapa banyak pertambahan angka VO2 Max
kamu. Semakin cepat kamu mencapai titik 2,4 km, artinya VO2 Max kamu juga makin
baik.
UJI BIP (SHUTTLE RUN)
Tes
ini mengharuskan kamu lari secara berulang-ulang pada jarak lintasan sejauh 20
meter. Tes ini menggunakan alat bantu yang akan berbunyi dalam interval waktu
tertentu. Semakin lama akan semakin cepat. Kamu mulai berlari hanya setelah bel
berbunyi, dan harus menyentuh garis ujung sebelum bel berikutnya berbunyi.
Begitu seterusnya. Tes akan berhenti setelah kamu 3 kali gagal menginjak garis
saat atau setelah bel berbunyi.
TES JALAN-LARI 15 MENIT
Kamu
hanya perlu jalan diselingi lari selama 15 menit dan berkala. Misal, kamu jalan
5 menit, kemudian diselingi dengan berlari selama 5 menit juga.
FATLEK
Metode
ini untuk melatih endurance atau
membangun, mengembalikan, serta memelihara kondisi tubuh seseorang. Caranya
dengan lari lambat yang kemudian di variasi dengan sprint-sprint pendek yang
intensif, dan juga dengan lari jarak menengah dengan kecepatan yang cukup
tinggi secara konstan, kemudian diselingi dengan jogging, lalu sprint lagi.
PELATIHAN INTERVAL
Ini adalah metode latihan yang
diselingi oleh interval-interval yang berupa masa istirahat. Jadi polanya
latihan – istirahat – latihan.
PELATIHAN SIRKUIT
Ini
adalah tipe latihan yang berat, karena mengharuskan kamu untuk berlatih
berbagai macam jenis latihan secara circular alias berurutan. Setelah latihan
A, lanjut latihan B, lanjut lagi latihan C, dst. Latihannya dapat berupa lari
naik-turun tangga, melempar bola, shuttle run, berbagai bentuk weight training,
dan sebagainya.

No comments:
Post a Comment