JAKARTA– Kementerian BUMN berkolaborasi dengan Forum
Human Capital Indonesia (FHCI) dan BUMN Muda menyelenggarakan talkshow
Erick Thohir Menyapa: Fast Break Menuju Generasi
Emas BUMN untuk membangkitkan semangat dan
motivasi para talenta muda BUMN agar menjadi The Next Leader.
Talkshow yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Donor Darah
Sedunia itu diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan dua pembicara
yaitu Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua BUMN Muda Soleh Ayubi.
Menteri
BUMN Erick Thohir yang hadir secara offline di M Bloc Space Melawai, Jakarta, mengatakan
kepada
sekitar 20.000 karyawan muda BUMN, baik secara offline maupun online, bahwa
keseimbangan penting dalam kehidupan. “Saya tipe pemimpin yang percaya
keseimbangan, saya tidak pernah bilang yang muda itu paling bagus atau
paling emosi, yang senior itu paling bijak atau juga paling benar. Keseimbangan
itu penting
dalam kehidupan,” katanya.
Menteri Erick mengatakan secara khusus meminta kepada para
pemimpin BUMN
untuk legowo menberi kesempatan tidak hanya pada
anak-anak muda Indonesia namun juga para pemimpin perempuan. “Kita tidak boleh
stagnan, ini yang saya juga secara terbuka berbicara dengan para pimpinan BUMN,
pasca Covid ini akan ada perubahan yang besar, kita musti adaptasi,” katanya.
Ia menyebut kebutuhan-kebutuhan untuk mengubah mindset dan model bisnis,
termasuk 15 kompetensi baru BUMN, antara lain analytical thinking and
innovation, active learning and learning strategies, complex problem
solving, dan leadership and social influence.
Menteri BUMN menetapkan target untuk meningkatkan
porsi kepemimpinan BUMN oleh generasi muda berusia dibawah 42 tahun sebesar 5%
guna mendorong transformasi BUMN. Untuk mendorong pencapaian target itu,
FHCI secara khusus membentuk organisasi yang mewadahi karyawan muda BUMN pada
2018.
Organisasi itu mulanya disebut sebagai FHCI
Millenials yang kemudian diubah menjadi FHCI Muda pada 2020 dan kemudian BUMN
Muda kini. Pada April 2021, Menteri BUMN, Erick Thohir memilih Direktur
Digital Healthcare Biofarma Soleh Ayubi menjadi Ketua dari BUMN Muda.
BUMN Muda adalah inisiatif strategis untuk
menyatukan dan menguatkan peran talenta muda potensial dari seluruh BUMN
sebagai penggerak transformasi BUMN menjadi korporasi profesional berkelas
dunia. Di
bawah naungan Forum Human Capital Indonesia (FHCI)
yang menjadi mitra strategis Kementerian BUMN dalam transformasi dan
pengembangan human capital di BUMN, komunitas BUMN Muda menjadi wadah bagi
generasi muda insan BUMN untuk menyatukan gagasan, mengembangkan potensi, serta
meningkatkan kompetensi agar berkontribusi aktif sebagai agen perubahan dan
pemimpin generasi baru BUMN di masa kini, dan mendatang.
Menteri Erick juga menjelaskan tentang pentingnya
keberlanjutan dalam setiap kepemimpinan. “Program ini harus didukung tapi
generasi mudanya juga harus punya track record yang benar,” katanya seraya
menambahkan perlunya kesimbangan dan sinergi solid
antara kebijakan kementerian dengan kebijakan komunitas. Menteri Erick juga
meminta komitmen seluruh direktur utama, wakil direktur utama, dan direktur
Human Capital/yang membidangi HC untuk mendorong
para talenta muda di masing-masing BUMN agar turut aktif di seluruh
program kegiatan BUMN Muda.
Berbicara dari M Bloc Space, sebuah kawasan
strategis yang dimiliki oleh BUMN Perum Peruri dan merupakan creative hub
multifungsi yang populer di kalangan generasi muda urban Jakarta, Ketua BUMN
Muda Soleh Ayubi tidak hanya memperkenalkan
program BUMN Muda namun juga memberikan pemahaman bagi karyawan muda BUMN
tentang pentingnya mengembangkan kompetensi untuk menjadi
pemimpin BUMN. Ia menyampaikan karakter generasi
milenial dan Z yang cenderung untuk ingin melakukan sesuatu yang bermakna atau
bermanfaat saat memilih pekerjaan. Itulah sebabnya ia menggaris bawahi
keperluan untuk selalu menciptakan kesempatan dan tantangan bagi generasi
muda. Ketua BUMN Muda
Soleh Ayubi mengajak seluruh karyawan muda BUMN
untuk bergabung dalam program-program BUMN Muda melalui saluran-saluran resmi
media sosial BUMN Muda. “Komitmen Menteri BUMN Erick Thohir ini
merupakan game changer di BUMN.
Bersama FHCI, BUMN Muda siap mengawalnya, dan menjadi support
system serta mitra strategis agar insan muda BUMN bisa berkiprah sebagai agen
perubahan, dan pemimpin generasi baru yang berlandaskan core values
AKHLAK,” katanya.
BUMN
Muda memiliki sejumlah program unggulan untuk mendukung Kementerian BUMN
mencetak pemimpin muda yang berwawasan bisnis, berdaya saing global, dan
ber-AKHLAK (Amanah, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), antara lain yaitu program
penyaringan talenta milenial BUMN untuk menjadi CEO Rumah BUMN, program
mentorship dari para senior dengan pengalaman manajerial dan BUMN Muda Summit.
“Hari ini yang di program mentorship ada 20 mentor dan 115 mentee yang sudah
mendaftar, dari BOD-1, BOD-2,” kata Soleh Ayubi. BUMN Muda juga aktif
menyelenggarakan acara untuk
meningkatkan kompetensi kepemimpinan generasi muda, seperti seminar dengan
menghadirkan pembicara dan pelatih kepemimpinan serta menyaring mahasiswa untuk
mengikuti program magang bersertifikat di BUMN bersama FHCI. “BUMN Muda akan
memfokuskan kegiatannya pada membangun kepemimpinan, interpersonal, mentoring,
dan pengembangan keterampilan. Dengan puncak bonus demografi pada tahun 2030
dimana lebih dari 72% SDM BUMN adalah dari generasi muda. Upaya membangun
talenta muda BUMN sebagai generasi emas, dan kolaborasi lintas generasi di
lingkungan BUMN menjadi kunci BUMN untuk bisa
bersaing di tingkat nasional dan global,” kata Soleh Ayubi.
Ketua
FHCI Alexandra Askandar sangat mendukung dan mengapresiasi peresmian BUMN Muda.
“Sebagai mitra strategis Kementerian BUMN dan BUMN untuk membentuk SDM
Indonesia yang unggul, BUMN Muda adalah salah satu sayap Forum Human Capital
Indonesia selain Srikandi BUMN. BUMN Muda memiliki peran penting dalam
mendukung pencapaian 5% BOD Millennial di BUMN melalui program yang
mengakselerasi pengembangan insan muda BUMN untuk belajar, bertumbuh dan
berkontribusi untuk Indonesia,” tutur Alexandra
Di
acara peresmian BUMN Muda, komunitas generasi muda di lingkungan BUMN,
sekaligus diperkenalkan new branding BUMN Muda yaitu logo baru BUMN Muda yang
menggambarkan adanya tiga daun di sisi kiri dan tulisan BUMN Muda yang bermakna
Adaptif, Mandiri dan Kolaboratif. Warna biru gradasi pada daun menunjukkan
simbol kolaborasi dari berbagai segmen dan budaya serta memiliki karakter
generasi yang handal, amanah, dan multitalenta. Disampaikan bahwa filosofi
lambang secara keseluruhan menunjukkan bahwa BUMN Muda merupakan forum
pengembangan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dibawah
Kementerian BUMN.
BUMN
Muda akan menjadi wadah bagi talenta muda untuk berbagi ide, inspirasi, berinovasi
serta berkreasi sehingga dapat menjadi SDM yang unggul, kompetitif, mandiri
serta mampu membawa BUMN Go Global. Tagline BUMN Muda adalah Tumbuh Berkarya
Memajukan Indonesia. Tumbuh Berkarya menunjukkan BUMN Muda sebagai talenta
muda Indonesia memiliki branding sebagai generasi yang berani produktif
menghasilkan karya dan tumbuh mengembangkan potensi dan kompetensi untuk
menjadi Next Leader of Nation. Memajukan Indonesia berarti BUMN Muda sebagai
perangkat pengembangan potensi talenta muda BUMN memiliki visi yang selaras
dengan Menteri dan Presiden RI untuk mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju.
Talkshow Erick Thohir Menyapa : Fast Break Menuju Generasi Emas BUMN didahului
dengan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah
Indonesia (PMI). Penyelenggaran juga mengundang
Tim Nasional Bola Basket Indonesia yang akan bertanding pada kompetisi FIBA
Asia Cup 2021 untuk mengikuti donor darah. Istilah fast break yang artinya
strategi menyerang dengan cepat cukup lazim digunakan dalam olahraga bola
basket.
Sebelum acara, Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Ketua FHCI Alexandra
Askandar dan Ketua BUMN Muda Soleh Ayubi mengunjungi Memoribila Corner dan
menuliskan pesan serta menandatangani sebuah bola basket. Menteri Erick juga
menerima jaket BUMN Muda dari Ketua BUMN Muda Soleh Ayubi. Kementerian
Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam laporannya pada 2017
menyebutkan bahwa pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa
bonus demografi, yakni jumlah penduduk
usia produktif (berusia 15-64 tahun) mencapai 64 persen dari total jumlah
penduduk. Agar Indonesia dapat
memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia
usia produktif yang
melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan
keterampilan, termasuk
kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja, sehingga sangat
diperlukan penyusunan dan
pelaksanaan strategi pengembangan keterampilan, khususnya terkait sumber daya
manusia sebagai aset atau
human capital.
McKinsey
dalam laporan pada 2019 yang berjudul Otomasi dan Masa Depan Pekerjaan di
Indonesia
memprediksi bahwa pada tahun 2030 akan ada 23 juta pekerjaan yang hilang karena
otomasi. Namun teknologi otomasi juga berpeluang menciptakan 27 juta
hingga 46 juta lapangan kerja baru, 10 juta diantaranya
merupakan jenis pekerjaan baru yang tidak ada sebelumnya. Oleh karena itu
berbagai keterampilan baru akan banyak dibutuhkan, tidak hanya terbatas
pada keterampilan teknologi melainkan keterampilan sosial,
emosional, dan keterampilan kognitif. (rls)
Sumber: https://pasundan.jabarekspres.com/2021/06/14/erick-thohir-menyapa-fast-break-menuju-generasi-emas-bumn/

No comments:
Post a Comment